Sejarah Rumput Sintetis

July 22nd, 2009 by primanda_naek_kuda in Hobi

Bagi yang senang bermain futsal di rumput sintetis terkadang bertanya-tanya perihal sejarah rumput sintetis tersebut. Berikut artikel-nya:

Kebetulan bahwa mayoritas rumput sintetis di AS diproduksi di kota beberapa panggilan  “the carpet capital of the world,” atau dikenal sebagai Dalton, Ga. Rumput sintetis pertama adalah, pada tenun tradisional karpet dangau.

Bahan kimia untuk memproduksi rumput sintetis yang mudah, adalah seperti yang dari lantai-meliputi cousin. Dimulai dengan baik-polimer nilon, polyethylene, atau Polypropylene-yang dicairkan pada suhu tinggi, dan dicampur dengan Pigmen ultraungu stabilizers untuk melindungi dari dari sinar matahari, dan kemudian menjadi extruded tipis dari kekangan grasslike dimensi.

Jenis polimer yang digunakan tergantung pada aplikasi serta pertimbangan biaya. Polypropylene adalah pilihan termurah. Nylon menawarkan lebih banyak kekuatan dan kegembiraan dari polyethylene dan Polypropylene, tapi itu yang paling mahal. Nylon juga memiliki titik lebur yang lebih tinggi daripada polyethylene dan Polypropylene, yang menjadikan proses produksi lebih sulit.

Setelah kendali yang dibentuk, mereka berumbai, karpet seperti benang, kain menjadi backing, seperti tenun Polypropylene, kemudian dilampirkan dengan perekat seperti Polyurethane. Selama instalasi, beberapa kontraktor menempatkan busa padding backing di bawah untuk memberikan cushioning.

Ide untuk rumput sintetis pertama kali diusulkan dalam laporan 1961 tentang perkotaan anak oleh Ford Foundation, yang diusulkan adalah memberikan anak-anak kota kesempatan bermain diluar sekolah dengan mempergunakan rumput sintetis supaya seakan-akan anak-anak tersebut bermain di rumput halaman sekolah. Menurut situs web AstroTurf, Ford lapor diusulkan penemuan “sebuah bahan seperti rumput dan bertindak seperti rumput, seperti sebuah pacuan kuda-substansi yang akan bola mental dan seorang anak tidak akan.” Monsanto teknisi Robert T. Wright dan James M. Faria mengambil tantangan atas, produksi rumput sintetis pertama, perusahaan yang awalnya bernama ChemGrass, Wright memberitahu C & EN.

Pertama instalasi rumput sintetis  di sebuah lapangan sekolah di Providence, RI Word menyebar tentang teknologi baru, mencapai Roy M. Hofheinz, mastermind of the Houston Astrodome. Pada saat itu, Astrodome indoor yang telah menderita parah dari kasus mati rumput. Hofheinz menandatangani kontrak untuk pertama besar-besaran instalasi ChemGrass, yang telah diubah namanya AstroTurf.

Wright mengatakan yang asli AstroTurf terdiri dari nilon 6,6 dicampur dengan kadmium phthalocyanine kuning dan biru, yang dikombinasikan untuk membentuk warna hijau. Ed Milner, Wright dari kolega dan kemudian ia supervisor di Monsanto, menambahkan bahwa rumput telah dijalin, piece by piece saksama, pada karpet tradisional dangau.

J 29 Mei 1966, New York Times artikel baru yang disebut tanah yg bersampingan dgn pemilikan sebuah “kejayaan kimia.” Tetapi pada dasarnya adalah asli AstroTurf karpet hijau. “Anda tidak akan pernah ada heran menjadi kambing itu makan,” ujar Wright. Pembersihan diperlukan kekosongan yang sederhana, ia menambahkan.

Cushioning awal di bawah rumput sintetis instalasi adalah terutama polyvinyl chloride busa, tetapi diberikan sedikit perlindungan untuk pemain. Akhir tahun 1990-an melihat perkembangan karet remah infill, kadang dikombinasikan dengan pasir. Setelah terinstal palsu rumput ke lapangan, infill dicampur ke dalam rumput agar individu blades jatuh dari atas dan memberikan permukaan beberapa bouncing.

Baru cushioning memberikan potensi yang menimbulkan masalah. Karet di dalam infill berasal dari daur ulang ban dan Mei leach kimia berbahaya ke dalam tanah, mengatakan Junfeng (Jim) Zhang, seorang profesor dari lingkungan dan kesehatan di University of Medicine & Dentistry di New Jersey. “Kami benar-benar tidak tahu banyak tentang risiko kesehatan,” dari rumput sintetis, ia menambahkan.

LAST Agustus, Zhang dan rekan-rekannya yang dipublikasikan pada kertas kecil studi menunjukkan bahwa sampel yang berisi konsentrasi karet remah dari polycyclic aromatik hidrokarbon dan beberapa logam yang lebih tinggi dari batas tanah yang ditetapkan oleh New York Negara Departemen Perlindungan Lingkungan (J. pameran. Sci. environ. Epidemiol., 2008, 18, 600). Zhang mengatakan studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan keamanan dan potensi risiko kesehatan ini infill sistem. Eksposur untuk memimpin chromate umum digunakan di Pigmen dari rumput buatan adalah persoalan lain yang harus belajar, Zhang mengatakan.

Rick Doyle, presiden dari Synthetic gambut Council, memperingatkan terhadap menggambar kesimpulan berdasarkan data ilmiah terbatas. Sintetis yang gambut industri, katanya, berkomitmen untuk mengurangi penggunaan timah chromate dalam buatan gambut dan bekerja di infill sistem alternatif yang tidak mengandung karet remah.

Misalnya, karet infill sedang diganti dalam beberapa buatan gambut oleh lapisan crimped serat nilon dikemas seperti mata air kecil, kata Lou Ziebold, general manager dari AstroTurf dan SynLawn, baik yang dimiliki oleh Dalton berbasis Textile Manajemen Associates. Digerus serat yang memberikan cushioning dan mental dan dicelup ke coklat terang meniru rumput mati dalam usaha untuk membuat produk yang lebih benar untuk memandang alam. Ziebold mengatakan perusahaan itu juga termasuk ke dalam produk mereka antimicrobial Coatings untuk meningkatkan keselamatan dan pemutar soy berbasis polyurethanes mengurangi bahan ‘karbon tapak.

Adapun awal 1960-an-era AstroTurf, Wright mengatakan ia membawa pulang beberapa memo yang tidak dapat digunakan dalam Astrodome Kalau tidak dipasang di luar, namun di bagian dalam rumahnya pada saat-sebagai dinding – ke-dinding karpet.


Pengetanahan Kaki Menara

July 22nd, 2009 by primanda_naek_kuda in Pengetanahan

1. TAHANAN KAKI MENARA

Untuk melindungi kawat fasa terhadap sambaran langsung dari petir digunakan 1 atau 2 kawat tanah yang terletak diatas kawat fasa dengan sudut perlindungan 18 derajat. dengan demikian kemungkinan terjadinya loncatan api karena sambaran langsung dapat diabaikan,sedangkan kemungkinan terjadinya flash over masih ada, dan untuk mengurangi flash over tersebut dengan cara tahanan kaki menara harus dibuat tidak lebih dari 10 ohm.

2. BATANG PENGETANAHAN

Bila menggunakan batang pengetanahan, tahanan kaki menara dihitung dengan menggunakan persamaaan

R = ( p/2 phi L) ln (2L/d)

dimana:

R = tahanan kaki menara, Ohm

p = tahanan jenis tanah, ohm-m

L = panjang dari batang pengetanahan, meter

d = diameter batang pengetanahan, meter

Menurut persamaan diatas, tahanan kaki menara akan berkurang dengan menambah panjang batang pengetanahan. Tetapi hubungan ini tidak langsung dan akan mencapai satu titik dimana penambahan panjang batang pengetanahan hanya akan mengurangi tahanan kaki menara sedikit.


Tentang Futsal

July 22nd, 2009 by primanda_naek_kuda in Hobi

Yg mau maen futsal disaranin buat baca yg satu ini..
biar maen futsalnya ga asal-asalan (Baca Tarkaman)

  1. Pertama untuk alasan keselamatan, hindarilah penggunaan lapangan yang terbuat dari bahan semen.Sebaiknya gunakan lapangan yang terbuat dari rubber, wood, ataupun rumput sintetis. Bagaimanapun, penggunaan lapangan berumput sintetis oleh FIFA hanya diperbolehkan untuk turnamen tingkat lokal, tidak untuk tingkat internasional. Panjangnya lapangan yang ideal adalah 25-42 meter. Lebar ideal adalah 15-25 meter. Tentu saja lapangan ini harus berbentuk persegi panjang. Bukan bujur sangkar!
  2. Lapangan futsal dibagi menjadi beberapa zona oleh garis-garis putih (selebar 8 cm), dan juga oleh beberapa titik putih. Setiap zona punya aturan dan konsekuensi tersendiri. Saya berusaha memberi penjelasan sebaik mungkin terkait hal ini. Jadi, kalau Anda memiliki informasi yang lebih akurat, mohon jangan sungkan-sungkan untuk menulis komentar disini.
  3. Garis panjang lapangan biasa disebut side line ataupun touch line. Jika bola melewati garis ini, maka permainan dihentikan dan selanjutnya dimulai lagi dengan kick-in. Dalam melakukan kick-in, bola harus benar-benar berada diatas garis, dan kedua kaki penendang (no offense untuk futsalor yang tidak memiliki dua kaki) tidak boleh menginjak garis ataupun berada dalam lapangan.
  4. Garis lebar lapangan biasa disebut goal line, karena memang goal/gawang diletakan di garis ini. Jika bola melewati garis ini, maka permainan dihentikan dan selanjutnya dimulai lagi dengan corner kick ataupun goal clearence (bola dilempar oleh penjaga gawang, bukan ditendang). Ukuran dari gawang itu sendiri adalah: lebar 3 m, tinggi 2 m, dengan kedalaman jaring atas 0,8 m, dan kedalaman jaring bawah 1 m.
  5. Lapangan ini dibagi dua sama besar dengan sebuah garis yang disebut halfway line. Di tengahnya terdapat titik putih, dikelilingi garis putih melingkar dengan radius 3 m (disebut center circle). Kick-off dimulai dari titik ini.
  6. Dalam futsal, halfway line lebih banyak fungsinya dibanding dalam sepak bola, selain hanya sebagai pembagi wilayah kedua tim yang bertanding. Tim yang menguasai bola (bola berasal dari penjaga gawang mereka sendiri), tidak diperkenankan mengembalikan bola ke penjaga gawang sebelum bola tersebut melewati halfway line memasuki daerah pertahanan lawan atau sebelum bola tersebut tersentuh/dikuasai oleh pemain lawan. Jika dilakukan, ini akan diganjar dengan indirect free kick alias tendangan bebas tidak langsung. Penjaga gawang juga tidak diperkenankan menguasai bola selama lebih dari 4 detik di wilayahnya sendiri. Hukuman untuk pelanggaran seperti ini juga berupa indirect free kick.
  7. Di keempat sudut lapangan terdapat garis lengkung putih yang ditarik 25 cm dari sudut lapangan ke bagian dalam lapangan. Zona yang dihasilkan oleh garis ini disebut corner arc yang tentu saja digunakan untuk meletakkan bola dalam situasi corner kick.
  8. Penalty area ditandai dengan garis lengkung putih dengan radius 6 m dari masing-masing tiang gawang. Dalam zona ini penjaga gawang diperkenankan menyentuh bola menggunakan tangannya. Dalam zona ini pula setiap pelanggaran yang konsekuensinya adalah direct free kick (bukan indirect free kick) akan diganjar dengan tendangan penalti. Penjaga gawang punya hak khusus untuk melakukan sliding tackle tanpa terkena hukuman di wilayah ini. Sejauh wasit menganggap tindakan itu murni untuk mengamankan bola dan jauh dari nuansa kekerasan apalagi niat mencederai lawan.
  9. Tepat 6 meter dari goal line (dari tengah gawang), melekat diatas garis pembatas penalty area, terdapat titik putih yang disebut first penalty mark. Titik ini digunakan dalam situasi tendangan penalti. Empat meter lebih jauh (10 meter dari goal line), segaris dengan first penalty mark, terdapat titik putih lain yang disebut second penalty mark. Penalty area, first dan second penalty mark, terdapat di kedua bagian lapangan yang dibagi oleh halfway line.
  10. Jika dalam satu babak sebuah tim melakukan pelanggaran dengan konsekuensi direct free kick sebanyak 5 kali, maka pelanggaran keenam dan selanjutnya dalam babak itu (yang juga berkonsekuensi direct free kick, bukan inderect free kick) akan dihukum dengan direct free kick dari second penalty mark. Dalam situasi ini, tim yang dihukum tidak diperkenankan membentuk tembok penghalang. Situasinya sama persis dengan tendangan penalti biasa. Hanya saja jaraknya ke gawang lebih jauh.
  11. Dalam situasi free kick, corner kick, maupun kick-in, tim yang bertahan tidak diperkenankan berada kurang dari 5 meter dari posisi bola yang dikuasai lawan.

Trus gmana ma bolanya?????

Bola yang digunakan, menurut FIFA, seharusnya berdimensi: berbentuk bulat (ya iya lah!), keliling 62-64 cm, berat 400-440 gram, dan tekanan 0,4-0,6 atmosfir di permukaan laut. Khusus untuk tekanan, jangan bingung-bingung! FIFA memberi cara pengukuran yang lebih sederhana dan masuk akal: memantulkan bola ke lapangan (rubber atau wood). Dari ketinggian 2 m, pantulan pertama dari bola yang memenuhi syarat tidak boleh kurang dari 50 cm, namun tidak boleh lebih dari 65 cm.


Masalah Kebenaran: Memanipulasi Data Digital

June 11th, 2009 by primanda_naek_kuda in Teknologi Informasi

Apa saja cara untuk memanipulasi data digital untuk orang-orang awam?

Besarnya kapasitas peralatan penyimpan saat ini telah memberi alat baru bagi fotografer, profesional grafis, dan yang lain. Kemampuan untuk memanipulasi gambar dengan level piksel. Misalnya, fotografer dapat dengan mudah melakukan morphing atau mentransformasi satu gambar ke gambar lain dengan menggunakan perangkat lunak pengubah gambar, misalnya Adobe Photoshop. Dalam morphing, gambar film atau video ditampilkan pada layar komputer dan mengubah piksel demi piksel, atau titik demi titik. Hasilnya, gambar bermetamorfosis menjadi sesuatu yang lain    sepasang bibir di-morph ke bagian depan Toyota atau burung hantu menjadi bayi.
Kemampuan untuk memanipulasi output digital gambar dan suara telah menye­diakan peralatan baru yang mengagumkan pada bidang seni. Akan tetapi, kemunculan peralatan baru ini juga melahirkan masalah baru yang terkait dengan masalah kredibilitas, khususnya untuk jurnalisme. Bagaimana kita tahu bahwa apa yang kita l ihat atau dengar adalah benar? Mari kita perhatikan hal berikut

MANIPULASI SUARA
Bisakah saya memberitahu bahwa suara telah dimanipulasi atau belum?
Pada 2004, seniman musik country Anita Cochran merilis beberapa lagu baru, termasuk satu duet, “(I Wanna Hear) a Cheatin’ Song,” dengan Conway Twitty yang telah meninggal satu dekade lalu sebelum lagu tersebut ditulis. Pihak produser mengambil potongan-potongan suara Twitty dari sesi rekaman yang ada, menempatkannya pada hard drive komputer dalam bentuk digital, dan menggunakan perangkat lunak yang disebut Pro Tools untuk melekatkan potongan itu bersama-sama. Sepuluh tahun sebelumnya, album Frank Sinatra, Duets, memasangkan Sinatra dengan penyanyi seperti Barbra Streisand, Liza Minnelli, dan Bono (U2). Semuanya dengan trik teknologi. Sinatra merekam solo secara langsung di studio rekaman. Sambil mendengarkan performanya dari tape dengan earphone, teman menyanyinya bersenandung dengan suara mereka sendiri. Suara kedua ini direkam tidak hanya pada waktu yang berbeda, namun kerap melalui jalur telepon bebas gangguan dan dari tem pat yang berbeda. Dari rekaman akhir inilah kedua penyanyi seolah berdiri berdampingan.
Kolumnis surat kabar, William Safire, menyebut Duets sebagai “kecurangan artistik.” Lebih jauh is menyatakan, “Jika suara dan gambar sang artis tidak bisa diedit, diulang, diperbaiki, diperkuat. dibenarkan, dan ditingkatkan namun bisa diteruskan dan dikombinasikan dengan yang lain yang secara fisik tidak ada, lalu apa itu performa? Campuran tambahan, platisitas, pengaruh virtual: semuanya memberi saya hiburan organik.”9 Beberapa pendengar merasa bahwa teknologi mengubah karakter performa menjadi lebih baik. Sementara yang lain berpikir bahwa praktik menyusun bit dan potongan suara dalam suatu studio secara perlahan telah menjauhkan musik dari aliran dan kesatuannya yang esensial.
Apa pun masalah yang muncul akibat kesalahan representasi seni, masalah itu tidak mempunyai kekuatan lagi setelah berada di tangan orang-orang yang bergelut di bidang jurnalisme. Bagaimana jika stasiun radio dapat mengedit aliran suara digital sehingga tidak menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi?

MANIPULASI FOTO

Foto Roy Suryo hasil manipulasi

Foto Roy Suryo hasil manipulasi

Bagaimana foto yang terdistorsi bisa terdeteksi?
Pada tahun 2005, para editor Newsweek menerbitkan foto sampul Martha Stewart yang dipenjara karena membohongi penyelidik federal. Foto wajah Stewart dipasangkan dengan tubuh orang lain sehingga wanita berumur 63 tahun itu tampak menyedihkan setelah terkurung selama 5 bulan di balik terali penjara.th Ketika O.J. Simpson ditangkap pada 1994 dengan tuduhan pembunuhan. seniman Time yang bekerja dengan komputer memodifikasi foto dari departemen kepolisian dan mempergelap gambar sehingga wajah O.J. menunjukkan raut sinis. (Sementara Newsweek menerbitkan foto tersebut tanpa modifikasi.)” Apakah sebuah majalah yang melaporkan
suatu berita memiliki lisensi artistik? Atau setidaknya, haruskah majalah menampilkan ucapan terima kasih (seperti yang serim.,, dilakukan New York Times Magazine) yang mengatakan “Ilustrasi foto oleh atau “Photomontage oleh Y. dengan manipulasi digital oleh Z”?’:

John Knoll, kreator program editing gambar—Photoshop—pada tahun 1989 mengatakan, “Kebanyakan kita melihat kemungkinan, hal-hal yang rumit, bukan bagaimana kita merusaknya.”13 Akan tetapi. Photoshop dan program sejenis yang didesain untuk mengedit (“morph”) gambar digital juga bisa digunakan untuk mendistorsi dan memalsukan gambar. Dalam satu kasus. untuk menunjukkan apa yang bisa dilakukan, fotografer memanipulasi sebuah foto terkenal yang memperlihatkan pertemuan antara pemimpin pasukan Sekutu pada Perang Dunia II di Yalta, 1945. Mereka adalah Stalin. Churchill. dan Roosevelt. Secara digital ia menambahkan pendatang baru pada foto itu, yakni bintang film Sylvester Stallone dan almarhum komedian Groucho Marx. Contoh yang lain. pegawai perusahaan komputer Denmark menciptakan sebuah gambar yang menunjukkan sebuah foto tahun 1954 yang diterbitkan Popular Mechanics tentang gambaran masa depan komputer rumahan. Sebelum pemilihan presiden 2004, kelompok oposisi berusaha membuat foto komposit dengan menagabungkan dua foto yang diambil satu tahun sebelumnya. Foto itu menampilkan Kerry dan aktris Jane Fonda yang dikenal dengan pandangannya yang anti­Perang Vietnam, dengan media speaker pada rally antiperang pada 1971. Boston Globe menerbitkan foto yang sudah dimanipulasi mengenai pelecehan seksual pada para wanitz Irak oleh tentara AS, gambar ini diambil dari situs web pornografi.14


Tantangan Era Digital (Pendahuluan)

June 11th, 2009 by primanda_naek_kuda in Teknologi Informasi

Mahasiswa tak henti-hentinya menghadapi masalah tek­nologi informasi, di mana keuntungan dan kerugiannya harm diseimbangkan.Misalnya. haruskah Departemen Pertahanam (Amerika Serikat) diperbolehkan mengumpulkan informasi tentang mahasiswa untuk sebuah database yang dirancang untuk tujuan rekrutmen militer, dan apakah itu mengganggu privasi Anda?’ Haruskah nomor Jaminan Sosial Anda digunakan sebagai pengidentifikasi utama dalam record di kampus ketika ada kesempatan bagi petugas administrasi untuk mencurin.a dan menggunakannya untuk memalsukan kartu kredit?’ Apakah laptop dan teknologi nirkabel diizinkan di dalam kelas jika hanya digunakan untuk jelajah web, bukan untuk mengikuti perkuliahan?

beberapa masalah utama berikut ini:
1. Masalah kebenaran man ipulasi suara dan gambar pada data digital
2. Masalah keamanan kecelakaan, bencana alam, gangguan teroris, dan   tindak kejahatan
3. Masalah kualitas hidup, ingkungan, kesehatan mental, perlindungan anak, tempat kerja